Kamis, 19 Februari 2009

REFRESING DI HARI MINGGU

MENELUSURI GOA BERBURU KELELAWAR

Hari minggu 8 Februari 2009 saya diajak oleh adik yang sedang melakukan penelitian mengenai kelelawar untuk menelusuri habitat kelelawar di goa goa yang banyak terdapat di kebumen. Menurut adik saya yang sedang menulis disertasi doktor tersebut ia tertarik menulis tentang kelelawar karena ternyata kelelawar sangat bermanfaat sebagai salah satu penjaga keseimbangan ekosistem kita dan tinggal di gua gua yang banyak terdapat di Kebumen terutama di goa yang letaknya terpencil jauh dari gangguan manusia
Selama ini saya mengganggap kelelawar atau codot adalah hama pengganggu karena sering makan buah buahan yang sedang masak di pohonnya . Tetapi ternyata keberadaan kelelawar justru bermanfaat bagi para petani, karena kelelawar merupakan salah satu pemangsa hama lain yang lebih mengganggu terhadap tanaman.
Sebetulnya adik saya sudah beberapa kali melakukan penelitian kelelawar di gua gua yang terdapat di Kebumen. Tetapi baru kali ini saya merasa tertarik untuk ikut penelusuran yang akan dilakukan. Karena itu pagi pagi sekali saya sudah melakukan beberapa persiapan, sarapan pagi dan minum teh hangat serta menyiapkan perlengkapan penelusuran yang diperlukan. Tidak lupa pula membawa senapan kesayangan saya lengkap dengan peluru dan tabung gasnya, siapa tahu diperlukan untuk menembak kelelawar yang akan dijadikan sampel penelitian.
Pagi itu saya tidak lagi merasa menyandang profesi dokter. Pokoknya betul betul bergaya petualang yang sedang melakukan penelusuran gua. Selain ingin tahu kegiatan penelitian yang dilakukan adik saya, saya ingin menjadikan kegiatan ini sebagai refresing dari kesibukan melayani pasien di Kebumen Eye Center dan Rumah Sakit Purbowangi.
Memanjat bukit bukit yang tinggi di desa Argosari untuk mencapai goa yang belum di jamah manusia ternyata cukup melelahkan buat saya. Baru sadar ternyata saya sudah tua dan kurang olah raga. Kaki berat sekali melangkah, nafas juga ngos ngosan. Padahal dulu sewaktu belum bekeluarga bertualang di alam bebas seperti ini sudah sering saya lakukan.
Untunglah pemandangan dari atas bukit cukup indah apalagi di kejauhan kita bisa menyaksikan pemandangan laut dari atas tempat kita berdiri. Yang ada dipikiran saya pada saat itu adalah jika saja di lokasi ini ada arena outbond seperti yang sekarang sedang marak pasti tidak kalah menarik dibanding dengan yang ada di tempat lain.
Pulang kerumah badan terasa pegal pegal, tapi pikiran terasa segar. Kapan kapan saya ingin melakukan perjalanan wisata alam lagi , ketempat tempat lain yang lebih indah yang banyak terdapat di Kebumen.











RSU PURBOWANGI MELAYANI PESERTA ASKES

PELAYANAN KESEHATAN PESERTA ASKES
(PNS, PENSIUNAN DAN ANGGOTA VETERAN)


RSU Purbowangi telah menjalin kerjasama dengan PT ASKES untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta ASKES (PNS,Pensiunan dan anggota Veteran).
Pelayanan yang diberikan meliputi rawat inap termasuk berbagai kebutuhan pemeriksaan, obat obatan dan tindakan operasi selama dirawat.
Adapun persyaratan berobat bagi peserta askes yaitu membawa:

1. Kartu Askes.
2. KTP
3. Rujukan Puskesmas atau Dokter Keluarga.

Masing masing diFotoCopy 3 (tiga) lembar.

Peserta Askes yang belum membawa persyaratan administrasi akan tetap dilayani, akan tetapi harus segera melengkapi persyaratan tersebut paling lambat 2 (dua) hari setelah masuk dirawat di RSU Purbowangi.
Bila dalam tenggang waktu dua hari tersebut peserta Askes belum memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan maka akan dikenakan biaya perawatan seperti biasa.
Perlu diketahui bahwa untuk beberapa pelayanan kesehatan yang diberikan, peserta Askes masih dikenakan cost sharing atau menanggung sendiri sebagian biaya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan PT Askes.


“Berikan yang terbaik kepada ummat"




RSU PURBOWANGI MELAYANI JAMKESMAS

PERSYARATAN PESERTA JAMKESMAS

RSU Purbowangi merupakan salah satu rumah sakit yang di tunjuk pemerintah untuk memberikan pelayaran kesehatan bagi warga miskin melalui jaminan pelayanan kesehatan masyarakat (JAMKESMAS)
Pemilik kartu Jamkesmas dapat memperoleh pelayanan kesehatan rawat inap gratis termasuk obat obatan dan biaya operasi di RSU Purbowangi, yaitu dengan membawa :

1. Kartu Jamkesmas
2. KTP
3. Kartu Keluarga
4. Surat rujukan dari Puskesmas

Masing masing diFotoCopy 4 (Empat) lembar, dimasukan dalam map berwarna biru untuk pasien wanita dan map berwarna merah untuk pasien pria.

Pasien JAMKESMAS yang belum membawa persyaratan tersebut akan tetap dilayani dengan ketentuan harus segera melengkapi persyaratan administrasi tersebut paling lambat dua hari setelah masuk dirawat di RSU Purbowangi.

Bila dalam tenggang waktu dua hari tersebut pasien belum bisa melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan maka pasien akan dikenakan biaya perawatan seperti biasa.

“RSU Purbowangi sahabat ummat menuju sehat”




Minggu, 05 Oktober 2008

POLIKLINIK MATA GRATIS UNTUK DUAFA


RSU PURBOWANGI BUKA POLIKLINIK MATA GRATIS UNTUK DUAFA


RSU Purbowangi Gombong akan membuka pelayanan poliklinik mata gratis khusus untuk kaum duafa. Klinik mata khusus duafa tersebut akan menjadi unit pelayanan yang sepenuhnya bersifat sosial karena pelayanan yang diberikan mulai pemeriksaan dokter spesialis mata hingga obat obatan semuanya akan diberikan secara gratis.
Rumah sakit Purbowangi selama ini telah melayani warga miskin antara lain melalui program Jamkesmas tetapi baru terbatas untuk pelayanan IGD, rawat inap dan operasi tetapi belum mencakup pelayanan di poliklinik rawat jalan. Dengan dibukanya pelayanan poliklinik khusus mata untuk kaum duafa ini maka warga miskin yang ingin berobat mata dapat memperoleh pelayanan rawat jalan secara gratis termasuk obat obatan yang dibutuhkan.

Seluruh biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pelayanan gratis ini sepenuhnya disediakan sendiri oleh RSU Purbowangi. Dikarenakan kemampuan RSU Purbowangi untuk memberikan subsidi masih terbatas, maka poliklinik mata gratis khusus untuk kaum duafa ini baru akan dibuka seminggu sekali yaitu setiap hari Jum’at mulai jam delapan pagi hingga jam sebelas siang.

Diharapkan nantinya pelayanan gratis di poliklinik rawat jalan khusus mata untuk kaum duafa ini dapat ditambah menjadi dua atau tiga kali dalam seminggu. Karena itu RSU Purbowangi mengharapkan partisipasi para dermawan baik perorangan maupun instansi untuk memberikan bantuan khususnya untuk biaya pengadaan obat yang dibutuhkan.

Rumah sakit Purbowangi merupakan rumah sakit umum yang memiliki unggulan dibidang pelayanan kesehatan mata. Selain Instalasi Gawat Darurat yang buka 24 jam di rumah sakit ini juga tersedia Unit Gawat Darurat dan Trauma Mata. Sedangkan pelayanan kesehatan lain yang tersedia di RSU Purbowangi adalah poliklinik Umum, Poliklinik Gigi dan Poliklinik spesialis Anak, Bedah, Ortopedi, Penyakit Dalam, Kebidanan dan Kandungan, Saraf, THT dan Jiwa.

Selama ini RSU Purbowangi juga telah menjalin kerjasama dengan PT ASKES untuk memberikan pelayanan rawat inap untuk pegawai negeri, pensiunan dan para veteran pejuang.

Menurut ketua Yayasan Hj. Sulaesih Widodo BA, RSU Purbowangi merupakan rumah sakit swasta yang bertujuan sosial karena itu akan selalu berupaya sekuat tenaga agar bisa menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi dengan biaya yang terjangkau untuk semua lapisan masyarakat, termasuk menyediakan pelayanan kesehatan bagi warga miskin atau du’afa.

RSU Purbowangi didirikan pada tahun 1997 dan saat ini memiliki kapasitas 60 tempat tidur. Rumah sakit ini juga menyediakan bangsal khusus dengan kapasitas 25 tempat tidur untuk warga miskin atau kaum duafa.

Menurut direktur RSU Purbowangi poliklinik khusus mata duafa akan mulai buka memberikan pelayanan pada hari jum’at tanggal 10 Oktober 2008. Untuk memperoleh pelayanan gratis diklinik mata khusus duafa ini warga miskin peserta Jamkesmas cukup menunjukan kartu Jamkesmas yang dimiliki sedangkan warga miskin yang tidak memiliki kartu Jamkesmas membawa surat keterangan tidak mampu atau miskin dari kepala desa tempat tinggalnya.

Diharapkan program ini dapat membantu warga yang kurang mampu dalam memperoleh pelayanan kesehatan mata yang berkualitas.

AMBULANCE BARU UNTUK SATGAS LEBARAN

LEBARAN RSU PURBOWANGI OPERASIKAN AMBULAN BARU


Untuk membantu masyarakat yang merayakan hari Raya Idul Fitri atau lebaran tahun ini seperti tahun tahun sebelumnya RSU Purbowangi Gombong telah melakukan berbagai persiapan agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan warga masyarakat dan para pemudik selama lebaran.
Apalagi RSU Purbowangi terletak ditepi jalan raya Yos Sudarso Barat Gombong yang ramai dilalui para pemudik yang tahun ini diperkirakan akan banyak menggunakan sepeda motor seperti tahun lalu sehingga rawan terjadi kecelakaan akibat kelelahan.
Untuk itu RSU Purbowangi akan menjalin kerjasama dengan takmir masjid
Al Ihlas yang berlokasi disamping RSU Purbowangi untuk menyediakan tempat istirahat bagi para pemudik. Dilokasi tersebut para pemudik dapat melaksanakan ibadah sholat sambil istirahat sejenak sebelum meneruskan perjalannya ke tempat tujuan.
Selama empat hari sebelum hingga seminggu sesudah Idul Fitri, Unit Gawat Darurat (UGD) RSU Purbowangi akan disiagakan selama 24 Jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan para pemudik. Bagi para pemudik dari luar kota yang merupakan peserta ASKES dan warga miskin peserta JAMKESMAS akan dilayani gratis , sedangkan bagi warga masyarakat lainnya UGD RSU Purbowangi tidak mengenakan uang muka untuk berobat. Jadi pasien akan tetap diberikan pertolongan terlebih dahulu termasuk mendapat obat obat yang butuhkan walaupun tidak membawa uang.
Seperti tahun sebelumnya RSU Purbowangi akan terlibat bersama intansi terkait dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kebumen dalam satgas lebaran. Petugas kesehatan dari RSU Purbowangi ditempatkan di posko lebaran yang berada di pos lantas Kretek Rowokele.
Agar dapat lebih maksimal dalam melaksanakan tugasnya pada lebaran tahun ini Tim kesehatan RSU Purbowangi yang terdiri dari dokter dan tenaga paramedis yang seluruhnya telah mengikuti pelatihan gawat darurat akan menggunakan mobil ambulance baru. Ambulance yang baru datang dari dealernya pada pertengahan bulan puasa ini dilengkapi berbagai peralatan medik dan P3K untuk memberikan bantuan kesehatan dan pertolongan gawat darurat . Sedangkan bila menjumpai kasus yang berat pasien akan dirujuk kerumah sakit Purbowangi atau rumah sakit lain sesuai permintaan pasien.
Fasilitas pelayan Kesehatan yang dimiliki RSU Purbowangi saat ini terdiri dari poliklinik umum, poliklinik gigi, poliklinik spesialis Anak, Bedah, Ortopedi, Penyakit Dalam, Penyakit Kebidanan dan Kandungan, Saraf, Mata, Jiwa dan THT. Pelayanan Ambulance dan Unit Gawat Darurat RSU Purbowangi selalu siaga selama 24 Jam penuh dan dapat dihubungi melalui Tilp. 471080.

Minggu, 17 Agustus 2008

MENGENAL GLAUKOMA SIPENCURI PENGLIHATAN

MENGENAL GLAUKOMA

Glaukoma adalah penyebab kebutaan nomor 2 di Indonesia setelah katarak, biasanya menyerang pada usia diatas 40 tahun. Kelainan yang terjadi berupa rusaknya serabut syaraf mata yang disebut saraf optik akibat tekanan bola mata yang tinggi. Dapat pula terjadi tekanan bola mata masih dalam batas normal akan tetapi terjadi kerusakan saraf optik karena saraf optiknya sendiri yang sudah lemah.

Penyebab terjadinya Glaukoma

Didalam bola mata terdapat lapisan sel yang memproduksi cairan yang disebut akuos humor. Cairan ini akan mengalir dari tempat pembentukannya ke dalam bola mata kemudian keluar dari bola mata melalui saluran kecil menuju pembuluh darah. Jika aliran keluarnya terhambat atau produksinya berlebihan , maka tekanan didalam bola mata akan meninggi dan merusak serabut saraf mata. Apabila tidak segera ditangani kerusakan yang terjadi pada saraf mata ini akan dapat menimbulkan kebutaan yang bersifat permanen atau tidak dapat disembuhkan lagi.

Jenis jenis Glaukoma

Pada dasarnya glaukoma dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu :

Glaukoma kronis (berjalan lambat).
Biasanya terjadi pada usia lanjut. Tekanan bola mata meninggi secara perlahan dan tanpa rasa sakit, sehingga penderita tidak menyadari adanya kelainan ini sampai ahirnya terjadi kebutaan akibat terjadi kerusakan saraf yang sudah tidak dapat ditolong lagi.
Glaukoma akut.
Glaukoma ini merupakan jenis terbanyak di Indonesia. Terjadi akibat adanya hambatan mendadak dari aliran cairan akuos di sudut bilik mata depan bola mata. Akibatnya tekanan didalam bola mata mendadak naik tinggi dan menyebabkan gejala sebagai berikut :
- Tajam penglihatan menurun
- Tampak pelangi bila melihat lampu
- Disekitar mata sangat sakit
- Rasa mual sampai disertai muntah
Penderita harus secepatnya mendapat pertolongan dokter spesialis mata untuk
mendapat pertolongan segera agar tidak terjadi kebutaan dan mengatasi rasa sakit
yang timbul pada serangan glaukoma ini.
Glaukoma sekunder.
Jenis Glaukoma ini terjadi karena tekanan bola mata yang meninggi akibat gangguan atau penyakit mata lainnya., seperti :
- Kecelakaan atau trauma
- Obat obatan tertentu (steroid)
- Tumor
- Reaksi Peradangan
- Adanya pembuluh darah yang tidak normal (misalnya pada penderita kencing manis)
Glaukoma kongenital
Merupakan jenis glaukoma yang jarang terjadi, terutama pada bayi atau anak anak dimana sudut bilik mata depan terbentuk tidak normal sejak lahir sehingga aliran humor akuos tidak lancar dan menyebabkan tekanan bola mata menjadi tinggi.
Biasanya orang tua akan melihat tanda tanda pada anak atau bayinya sebagai berikut:
- Bola mata yang lebih besar dari normal
- Kornea mata terlihat tidak jernih
- Takut dan banyak mengeluarkan air mata bila melihat cahaya atu sinar.
Apabila ada gejala gejala tersebut bayi anak anak harus segera dibawa kedokter mata untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Faktor resiko terjadinya glaukoma.

Tekanan bola mata yang normal adalah antara 10 mm Hg sampai 20 mmHG. Diatas 21 mmHg akan dicurigai glaukoma. Namun tekanan di atas 21 mmHg belum dapat dikatakan glaukoma, karena harus ada tanda lain yang menyertainya yaitu terdapatnya titik buta dan penggaungan saraf mata akibat tekanan didalam bola mata yang tinggi.

Adapun faktor faktor resiko terjadinya glaukoma adalah :
- Umur di atas 40 tahun
- Sulit melihat dekat
- Mempunyai keluarga yang menderita glaukoma
- Riwayat adanya trauma sebelumnya.

Dokter akan mempertimbangkan, apakah seseorang perlu diberi obat untuk glaukoma atau tidak. Bila seseorang memiliki resiko tinggi terserang glaukoma, misalnya tekanan bola mata lebih dari 21 mmHg namun tanpa disertai dengan kerusakan saraf mata, maka orang ini dapat disebut tersangka glaukoma yang harus secara teratur kontrol ke dokter spesialis mata.

Penanganan

Karena pada penderita glaukoma tajam penglihatan dapat menghilang secara perlahan lahan tanpa disadari penderitanya dan obat obat yang digunakan perlu dikontrol oleh dokter spesialis mata agar sesuai dengan kebutuhannya. Maka penderita glaukoma harus kontrol terus menerus secara teratur pada dokter spesialis mata. Perlu diketahui bahwa obat tetes mata, tablet, laser dan tindakan bedah hanya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat glaukoma. Sedangkan saraf mata yang sudah mati tidak dapat diperbaiki lagi.

KELAINAN MATA AKIBAT DIABETES

KELAINAN MATA AKIBAT DIABETES

Kencing manis atau diabetes merupakan salah satu penyakit yang sering menimbulkan kelainan yang cukup serius pada mata. Kelainan mata yang dapat terjadi akibat kencing manis antara lain adalah Katarak, Glaucoma dan Retinopati Diabetika. Di negara maju kelainan Retinopati Diabetika merupakan salah satu penyebab kebutaan utama dan banyak menyerang penderita pada usia produktif. Karena resiko terjadinya kebutaan pada penderita diabetes meningkat sejalan dengan lamanya menderita kencing manis , maka sangatlah penting mengetahui usaha usaha apa saja yang dapat dilakukan , sehingga dapat mengurangi resiko kebutaan yang dapat terjadi akibat komplikasi kencing manis.

Apakah Retinopati Diabetika ?

Retinopati diabetika adalah komplikasi dari penyakit kencing manis pada mata akibat rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina. Retina adalah bagian mata tempat difokuskannya cahaya yang telah melewati lensa mata. Cahaya yang telah terfokus akan membentuk bayangan, dan gambar inilah yang dibawa keotak melalui saraf optik. Bila pembuluh darah mata bocor atau terbentuk jaringan parut di retina maka bayangan yang dikirim menjadi kabur.
Umumnya penderita Kencing Manis lebih dari 15 tahun telah mengalami kerusakan pada pembuluh darah matanya. Tatapi hanya sebagian kecil yang mengalami retinopati yang serius dan lebih sedikit lagi yang menjadi buta. Namun demikian Retinopati Diabetika tetap merupakan salah satu penyebab kebutaan yang harus diwaspadai..
Agar Retinopati tidak cepat menjadi berat perlu dilakukan kontrol ketat gula darah, selain itu tekanan darah dan fungsi ginjal yang baik juga dapat memperbaiki keadaan retinopati diabetika. Penderita kencing manis juga dianjurkan untuk tidak merokok.
Kadang kadang diperlukan pengobatan laser pada penderita diabetes . Tujuan pengobatan laser adalah untuk menstabilkan dan mencegah progresifitas penyakit menjadi lebih buruk. Dalam prosedur ini sinar laser yang berenergi kuat difokuskan pada retina yang rusak. Panas dari laser akan menghentikan perdarahan dengan menutup pembuluh darah yang bocor dan membentuk jaringan parut kecil dalam mata. Jaringan parut ini mengurangi pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan membantu merekatkan retina ke mata bagian belakang. Hal yang perlu diketahui adalah bahwa pengobatan laser tidak selalu memperbaiki penglihatan, tetapi mungkin dapat menghentikan proses kerusakan yang terjadi.
Pada keadaan tertentu perlu dilakukan pengobatan bedah vitrektomi. Tindakan bedah ini dilakukan bila penglihatan menjadi kabur karena vitreus berisi darah dan tidak dapat jernih kembali secara alamiah. Selain itu pembedahan vitrektomi juga dilakukan bila Retinopati Diabetika menyebabkan retina lepas sehingga harus dilakukan pembedahan untuk melekatkan kembali retina yang lepas.



Mencegah Retinopati Diabetika.

Diagnosa dini retinopati diabetika merupakan cara perlindungan terbaik terhadap cacat penglihatan. Walaupun belum ada keluhan gangguan penglihatan, sebaiknya penderita diabetes sekurang kurangnya memeriksakan diri kedokter spesialis mata setahun sekali. Bila telah terdeteksi retinopati diabetika maka pemeriksaan secara rutin harus dilakukan lebih sering lagi. Dengan pemantauan yang cermat sebagian besar kasus dapat ditangani secara dini sehingga dapat dicegah terjadinya cacat penglihatan yang serius atau kebutaan.

Apakah penderita Diabetes dapat menjalani operasi katarak.

Katarak merupakan salah satu komplikasi dari kencing manis. Dalam tahap awal gangguan penglihatan pada katarak dapat diatasi dengan pemeberian kaca mata. Pada penderita diabetes bisanya sering terjadi keluhan kaca mata yang digunakan harus sering diganti karena penderita merasa kacamatanya sudah tidak cocok lagi padahal belum lama digunakan. Hal ini disebabkan karena perubahan kadar gula darah pada tubuh menyebabkan perubahan indeks bias lensa sehingga bila kadar gula darahnya berubah maka status refraksi atau ukuran kaca mata yang dibutuhkan juga berubah. Apabila kacamata sudah tidak dapat memperbaiki gangguan penglihatan yang ditimbulkan oleh katarak maka dapat dilakukan operasi.
Penderita kencing manis dapat menjalani operasi katarak. Sebelum dilakukan operasi dokter akan terlebih dahulu melakukan kontrol terhadap gula darah pasien. Biasanya dokter akan melakukan operasi bila kadar gula darah pasien telah terkontrol dibawah 200 mg/dl. Hasil operasi katarak pada penderita diabetes juga dipengaruhi ada tidaknya komplikasi lain akibat kencing manis, misalnya retinopati diabetika atau glaukoma.